GEMA PRAMUKA 38
Ratusan anggota pramuka, Senin, 11 Agustus mengikuti upacara pembukaan Gema Pramuka ke 38 Kwartir Ranting (kwaran) Subang. Mereka terdiri dari 13 utusan sekolah tingkat pertama, 72 utusan tingkat sekolah dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan 20 utusan sekolah tingkat lanjutan atas. Kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Rangga Wulung direncanakan akan berlangsung selama lima hari mulai 11 hingga 15 Agustus 2008.
Menurut informasi dari panitia pelaksana, Restu Mutiara, S.Pd sejumlah acara akan melengkapi kegiatan gema ini, antara lain setiap pagi acara akan dimulai dengan siraman rohani yang harus diikuti seluruh peserta. Disamping itu sebagian peserta juga akan mengikuti kegiatan pentas seni, pidato maupun baca puisi. Disamping itu acara juga akan dilengkapi dengan api ungun. Sedangkan pada puncaknya akan dilaksanakan peringatan Hari Ulang Tahun ke 47 Pramuka.
Pada hari pertama menjelang pembukaan nampak berbagai fasilitas pendukung kegiatan seperti MCK maupun air bersih sudah nampak tersedia. Air bersih antara lain menggunakan salah satu mata air yang tersedia di lingkungan sekitar perkemahan Rangga Wulung. Demikian pula dengan fasilitas penerangan, nampak petugas PLN tengah memasang instalasi penerangan disejumlah titik di lokasi perkemahan.
Camat Subang Drs. H. Asep Nuroni, M.Si selaku Ka. Kwaran Subang nampak beberapa saat sebelum pembukaan mengunjungi lokasi perkemahan. Setelah melihat-lihat beberapa lokasi perkemahan dari tingkat SD, SLTP maupun SLTA, camat nampak cukup puas dengan persiapan panitia yang sudah dilakukan. Ia berharap seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik terutama menyangkut keamanan dan kenyamanan seluruh peserta. Kepada panitia ia menitipkan agar seluruh peserta dapat dilayani dengan baik dan dapat pulang dengan membawa kenangan yang baik untuk bekal di masa depan bagi seluruh angota paramuka.
PEMBUKAAN GEMA PRAMUKA
Gema Pramuka ke 38 Kwartir Ranting Subang, sekitar jam 15 sore Senin 11 Agustus 2008 resmi dibuka. Upacara pembukaan yang dilaksanakan di lapang Bumi Perkemahan Rangga Wulung dipimpin Ka.Kwaran Subang H. Asep Nuroni y dan diikuti seluruh peserta Gema.
Restu Mutiara, S.Pd ketua Pelaksana dalam laporanya mengungkapkan tujuan dilaksanakannya kegiatan gema ini antara lain memupuk kemandirian, keterampilan dan menumbuh kembangkan sikap tanggung jawab setiap anggota pramuka serta menghayati nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Sementara itu Ka Kwarcab Kabupaten Subang Drs.H. Bambang Heryanto, M.Si, meminta kepada seluruh pembina dan peserta Gema, agar dalam mengikuti seluruh proses kegiatan dapat terlaksana dengan baik maka dibutuhkan kesiapan hati, fikiran disamping ketahanan fisik. "Sebagai anggota pramuka hendaknya bersyukur pada Tuhan karena dapat mengikuti kegiatan yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan,persatuan dan kesatuan ini" kata Ka.Kwarcab. Dihadapan peserta upacara penegak, penggalang dan siaga, dikatakan organisasi kepramukaan adalah organisasi yang konsisten membina generasi muda. Ia melanjutkan dengan ditempa dilapangan seperti kegiatan gema ini diharapkan pramuka dapat melahirkan calon pemimpin yang komprehensif dan bermanfaat bagi bangsa, negara maupun agama.
Menyinggung mengenai postur pramuka saat ini Ka. Kwarcab mengungkapkan bahwa sosok pramuka tidak dapat hanya dilihat dari seragam dengan berbagai atribut yang melekat didalamnya. Lebih dari itu sosok pramuka dapat dilihat dari sikap dan perbuatan sesuai dengan yang tertuang dalam Dasa Dharma maupun dalam Tri Satya. Ditekankan hendaknya anggota pramuka mampu mengamalkan salah satu butir dasa darma yaitu suci dalam perkataan dan perbuatan. Dengan mengamalkan ini ia sangat yakin akan membawa ketenangan dalam hidup.
Gema Pramuka ke 38 Kecamatan Subang akan berlangsung selama lima hari mulai 11 hingga 15 Agustus 2008.
SAAT MENUNGGU, SAAT BERBAGI RASA
Kurang lebih satu jam Bupati Subang Eep Hidayat menunggu dimulainya Seminar Sehari yang digelar oleh Media Surat Kabar Radar Karawang Perwakilan Subang dalam peringatan Ulang Tahunnya yang ke empat, di Gedung Wisma Karya Subang 12 Agustus 2008.
Eep hadir pukul 09.00 WIB tepat sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia, atas undangan panitia sebagai pembicara pada seminar tersebut yang bertemakan bedah budaya Subang. Walaupun waktu pelaksanaan molor satu jam, Eep tetap setia menunggu persiapan yang dilakukan panitia dan kehadiran para peserta seminar lainnya.
Kehadiran Eep pada setiap kesempatan selalu mengundang perhatian masyarakat, termasuk salah seorang pengemis dengan membawa bocah kecil seorang cucunya datang menghampiri Bupati yang sedang asyik ngobrol dengan beberapa peserta seminar.
Eep yang dikenal seorang pejabat yang selalu dekat dengan seluruh lapisan masyarakat dan dikenal dengan jiwa merakyatnya, tidak menunjukkan rasa malu atau sungkan ketika didatangi pengemis tersebut. Malahan Ia minta pengemis tersebut untuk memainkan alat musiknya, "coba mainkan musiknya, pak", kata Eep.
Tak ayal lagi pengemis itupun memainkan alat musiknya. Dengan sebuah seruling Ia melantunkan lagu khas sunda, anak kecil itupun menari mengikuti irama yang dilantunkan kakeknya. Suatu pertunjukan menarik hingga mengundang perhatian para pengunjung.
Usai pengemis melakukan pertunjukkannya saat itupun Eep memberikan selembar uang sebagai balas jasa dan Eep sempat menanyakan keberadaan pengemis tersebut. Maka terjadilah komunikasi antara seorang pejabat dengan pengemis. Kejadian tersbut saat ini sangat langka ditemui. Eep disaat menunggu, saat berbagi rasa dengan siapapun.
SEMINAR SEHARI BEDAH BUDAYA SUBANG
Pendekatan budaya diperlukan dalam pembangunan. Melalui pembangunan yang berlandaskan budaya diharapkan proses pembangunan tersebut akan berlangung dengan mudah diterima dan sejuk. Kabupaten Subang memiliki banyak jenis kesenian yang merupakan salah satu komponen budaya namun saat ini banyak dari generasi muda kurang mengenal dan kurang memahami kekayaan seni tersebut. Untuk itu diperlukan suatu upaya misalnya dengan cara memasukan dalam kurikulum sekolah. Demikian antara lain mengemuka dalam acara Seminar Sehari Bedah Budaya Subang yang diselengarakan Surat Kabar Radar Karawang Perwakilan Subang, Selasa 12 Agustus 2008.
Acara yang berlangsung di Wisma Karya tersebut menghadirkan pembicara, Drs. Eep Hidayat, M.Si yang didaulat sebagai Lurah Komunitas Budaya Subang, Prof. Dr. Endang Caturwati guru besar Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Drs. Kadar dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan H. Edih tokoh seni budaya Kabupaten Subang.
Dikatakan Eep Hidayat, bahwa gotong royong merupakan salah satu budaya yang memiliki akar kuat dalam masyarakat. Melalui cara kerja bersama dalam melaksanakan suatu pekerjaan terbukti mampu menghasilkan kerja yang efisien. Namun demikian cara kerja gotong royong perlu mendapatkan sentuhan teknologi atau ilmu. Melalui perpaduan ini diharapkan hasil kerja akan lebih maksimal. Dalam kesempatan tersebut Eep juga menyebutkan dua klasifikasi budaya,yakni apa yang disebutnya sebagai budaya spesifik seperti bahasa dan pakaian. Yang ke dua adalah budaya dinamis yakni suatu kondisi dimana terdapat perubahan yang sesuai dengan perkembangan kemajuan dan tuntutan zaman. Ia mencontohkan adanya sebagian masyarakat yang cenderung berharap menjadi buruh "Dalam budaya dinamis ini masyarakat seperti itu hendaknya di dorong untuk mengubah pandangan dari mental kuli menjadi bermental wirausahawan", ungkap Eep.
Sementara itu Prof. Endang yang menyampaikan materi mengenai "kaulinan barudak" mengidentifikasi banyaknya seni kaulinan barudak yang saat ini kurang diminati lagi. Hal itu menurutnya disebabkan oleh adanya pengaruh perkembangan teknologi. Ia berpendapat sesunguhnya kaulinan barudak memiliki pengaruh terhadap perkembangan motorik, psikomotorik maupun kemampuan bersosialisai. Dari hasil pengamatanya selama ini di Kabupaten Subang, Endang memuji Pemerintah Kabupaten Subang telah memiliki kebijakan yang baik dalam memelihara berbagai kesenian dan budaya tradisional.
Dalam acara yang dihadiri puluhan peserta itu, dua pembicara lainnya mengungkapkan mengenai sejarah singkat Kabupaten Subang dan Kesenian Gotong Sisingaan yang merupakan seni asli Kabupaten Subang.
PEMBINAAN KORPRI
Korpri hendaknya mampu menentukan sikap proporsional dalam segala hal termasuk dalam pemilihan umum baik pemilihan bupati dan wakil bupati Subang maupun dalam pemilihan umum legislatif tahun 2009 yang akan datang. Korpri juga diharapkan tidak terjebak dalam kepentingan politik tertentu, meskipun demikian Korpri tetap memiliki hak politik seperti hak suara dalam pemilu. Demikian antara lain Wakil Bupati Maman Yudia, S.Pd selaku dewan penasehat Korpri dalam amanatnya didepan ratusan pengurus unit Korpri Kecamatan dan Dinas Instansi, Rabu, 13 Agustus 2008. Wabup mengungkapkan, Sebagai Pegawai Negeri Sipil Korpri saat ini hendaknya memiliki 3 kondisi dasar, yakni : Profesionalisme, netralitas dan kesejahteraan.
Ketiga komponen tersebut menurut Wabup merupakan satu kesatuan yang utuh. "Apabila 3 kondisi dasar itu dimiliki Anggota Korpri, disertai dengan sikap jujur, memiliki keyakinan dan semangat tinggi maka sebagai salah satu komponen masyarakat Kabupaten Subang, Korpri akan dapat membawa kemajuan daerah", kata Wabup.
Sementara itu Ketua Korpri Kabupaten Subang Drs. H. Bambang Heryanto, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Organisasi Korpri saat ini terus menerus membina anggotanya untuk memperteguh nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi. Dikatakan Korpri saat ini memiliki tugas utama dalam mendukung terwujudnya clean goverment.
Sementara itu dalam sesion tanya jawab beberapa anggota korpri menanyakan mengenai rendahnya kesejahteraan Korpri. Menjawab pertanyaan itu ketua Korpri menjelaskan kesejehteraan hendaknya tidak hanya diukur dari banyaknya materi. Ketenangan, kebebasan spiritual dan kebebasan dalam menentukan sikap juga merupakan kesejahteraan.
RAPAT EVALUASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
Sekitar dua ratus kepala desa dan kepala kelurahan, Kamis 14 Agustus 2008 mengikuti rapat evaluasi penyelenggaraan pemerintahan. Rapat dipimpin Wakil Bupati Maman Yudia, S.Pd yang didampingi Asisten Tata Pemerintahan Aseng Junaedi dan Kabag Pemerintahan Drs. Ading Suherman, M.Si. Tiga pokok bahasan yang diungkap dalam kesempatan tersebut antara lain mengenai pemerintahan desa, Keuangan Desa, dan Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Subang.
Mengenai penyelenggaraan desa, Wabup memandang perlu dilakukan pembinaan secara terus menenerus kepada Kepala desa maupun seluruh perangkatnya. Hal ini menurut Wabup mengingat dinamika kepemimpinan di tingkat desa maupun di tingkat kabupaten dan nansional sangat mempengaruhi pemnyelenggaraan pemerintahan. Disamping itu pembinaan tersebut juga sangat strategis mengingat tuntutan dan kebutuhan masyarakat sangat besar. Menyinggung mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam triwulan 3 ini Wabup mengungkapkan keprihatinan mengingat dari target 75% pemasukan PBB, masih jauh tercapai dengan rata–rata kecamatan baru mencapai antara 20% hingga 40 %. Berbagai permasalahan menyangkut rendahnya pemasukan PBB ini diungkapkan beberapa kepala desa, antara lain karena gagalnya panen akibat kekeringan.
Sementara itu menyangkut penyelengaraan pemerintahan yang dikaitkan dengan pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Subang, Wabup menilai saat ini situasi dinilai kondusif. Menyinggung mengenai pencalonan Bupati Drs. Eep Hidayat,M.Si dan beberapa pejabat lainya, meskipun dikatakan sebagai masa transisi ,namun dinilai tidak mempengaruhi penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Subang, " Saya tegaskan Pemerintahan Kabupaten Subang saat ini jalan terus, tidak ada masalah" tegas Wabup. Dikatakan setiap kepala desa/kelurahan hendaknya tidak mudah terombang ambing dengan wacana yang berkembang, termasuk soal transisi kepemimpinan. Wabup meminta agar setiap dinamika yang berkembang disikapi dengan arif dan menggunakan perangkat peraturan yang berlaku dalam menghadapi berbagai permasalahan.
Menyangkut kesejahteraan aparatur desa Wabup memahami bahwa saat ini masih sangat terbatas. Dikatakan pemerintah daerah akan terus mengkaji kemungkinan peningkatan kesejahteraan dimaksud. Berkaitan dengan akan adanya pengangkatan Sekretaris Desa menjadi CPNS, dikatakan ini merupakan salah satu langkah dalam peningkatan kinerja perangkat desa termasuk peningkatan kesejahteraan aparat desa. Namun menurut wabup pengangkatan ini akan dilakukan secara bertahap.
--
Humas Kab. Subang
Jl. Dewi Sartika No. 2 Subang
Jawa Barat Telp. 0260 420718
Jumat, 15 Agustus 2008
Kamis, 07 Agustus 2008
BERITA HUMAS PEMKAB. SUBANG
MOHON DIMUAT BERITA HUMAS PEMKAB. SUBANG DENGAN KODE HMS, APABILA LAYAK UNTUK DIPUBLIKASIKAN, MENGENAI POTO ADA BEBERAPA PILIHAN KAMI LAMPIRKAN PULA, ATAS PERHATIAN DAN KERJASAMA YANG BAIK KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH.
MENPORA LEPAS JALAN SANTAI
Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Adhiyaksa Dault didampingi Asisten Administrasi Pembangunan Drs. H. Komir Bastaman, M.Si mengibaskan bendera tanda dimulainya gerak jalan santai.
Diikuti oleh ribuan peserta Gerak Jalan Santai yang memadati jalan-jalan utama Subang kota, Sabtu 2 Agustus 2008 yang dimulai dari halaman Mesjid Agung Al Musabaqoh Jl. Wangsa Goparana, Subang.
Menegpora yang sudah datang sejak Jum'at 1 Agustus ke Subang telah melaksanakan beberapa kegiatan sebelumnya. Rangkaian kunjungan kerja tersebut sekaligus dalam rangka memperingati hari ulang tahun Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke 35.
Peserta gerak jalan yang didominasi pelajar terlihat sangat antusias. Setelah lebih kurang satu jam menelusuri jalan-jalan utama Subang kota sejauh 5 kilo meter.
Saat seluruh peserta melaksanakan gerak jalan, Menpora didampingi Ketua KNPI Kabupaten Subang, Yoyo, didaulat menuggangi salah satu sisingaan menuju ke Wisma Karya tempat finish acara gerak jalan.
Setibanya di Wisma Karya menteri disambut Ketua DPRD Subang, H. Bambang Herdadi SH. Sesaat kemudian menyusul dibelakangnya dengan suara lantang Bupati Subang Drs. Eep Hidayat, M.Si menyanyikan beberapa lagu ciptaanya sendiri sepeerti lagu sisingaan yang disambut meriah peserta gerak jalan.
Acara semakin meriah dengan hadirnya bintang lawak Sule SOS. Bersama Menteri, Bupati dan Ketua DPRD Bambang Herdadi mereka menyanyikan beberapa lagu pop.
PELANTIKAN KEPALA SEKOLAH
Sebanyak 200 orang diangkat dan dilantik dalam jabatan fungsional Kepala Sekolah mulai tingkat Taman Kanak-Kanak, SD, SLTP, SLTA, dan jabatan fungsional Penilik Luar Sekolah. Pelantikan dilakukan oleh Asisten Administrasi Pembangunan Drs. H. Komir Bastaman, M.Si atas nama Bupati Subang pada Senin 4 Agustus 2008. Pelantikan para pejabat fungsional tersebut berdasar pada Surat keputusan Bupati Subang No. 821.27/KEP. 353-BKD/2008 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Guru yang Diberi Tugas Tambahan Sebagai Kepala Sekolah dan Penilik Luar Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.
Sesaat setelah pelantikan Asda II menyampaikan selamat kepada para pejabat baru dan mengharapkan keberadaan mereka dapat mendorong peningkatan dan kemajuan Pendidikan di Kabupaten Subang. Dikatakan Subang saat ini terus berjuang untuk memastikan diri keluar dari masalah klasik yaitu banyaknya bangunan / infrastruktur sekolah yang rusak terutama bangunan sekolah dasar. Ditambahkan Subang berharap menjadi Kabupaten di Jawa Barat yang menuntaskan masalah tuntas pembangunan fisik sekolah dasartersebut .
Menyingung mengenai pejabat yang baru saja dilantik Asda menyadari bahwa pelantikan yang baru saja dilakukan belum tentu memuaskan seluruh pejabat yang baru dilantik tersebut. Namun Asda menitipkan perlunya mensyukuri atas apa yang diperolehnya tersebut. Ia juga meminta agar pada mereka yang belum mendapatkan kesempatan menduduki jabatan baik struktural maupun fungsional di Lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Subang agar bersabar.
Pada bagian lain Asda juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan maupun kesalahan selama menduduki berbagai jabatan di Kabupaten Subang. Hal itu diungkapkan sehubungan Asda akan segera meletakan jabatannya sehubungan dengan pencalonan dirinya menjadi wakil bupati berpasangan dengan Calon Bupati Drs. Eep Hidayat, M.Si pada Pemilihan Umum Bupati-Wakil Bupati Subang periode 2008-2013.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Wisma Haji tersebut disaksikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang Drs. Rahmat Solihin, Kepala Dinas Pendidikan Drs. H. Makmur Sutisna WD, MM.Pd
ASDA III BUKA DIKLAT AKUTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN
Sebanyak 30 orang yang terdiri dari PNS/Pengelola Keuangan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Subang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Akutansi dan Laporan Keuangan, yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah di Wisma Tanjung Harapan Cijambe Subang.
Kegiatan Diklat dibuka oleh Asisten Administrasi Drs. H. Rachmat Setiawan hari Selasa 5 Agustus 2008, hadir pada acara tersebut Drs. Samani Budianto mewakili Kepala Balai Diklat Keuangan VIII Cimahi, Kepala BKD Kabupaten Subang Drs. H. Rachmat Solihin M.Si, dan Kepala Bagian Keuangan Achmad Sobari, S.Sos, M.Si.
Acara yang dimulai dengan penyampaian laporan penyelenggaraan oleh Kepala Bidang Diklat BKB Kab. Subang Drs. Nana Wardana selaku Ketua Panitia mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan para peserta dapat meningkat kemampuan dalam mengelola keuangan daerah khusunya di bidang akutansi dan laporan keuangan di kecamatan masing-masing, ungkap Nana
Nana menambahkan kegiatan diklat akan berlangsung selama 10 hari dari tanggal 5 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2008, dan sebagai pengajar dan penceramah diisi dari Para pejabat dan Widyaiswara Balai Diklat Keuangan VII Cimahi, serta para pejabat dari Pemerintah Kabupaten Subang, demikian ungkap Nana.
Dalam sambutan Bupati Subang yang di bacakan oleh Asda III mengungkapkan bahwa dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ternyata telah membawa perubahan yang signifikan dalam tatanan sistem dan struktur Pemerintahan Daerah, yang semula bersifat sentralistik, saat ini menjadi desentralistik, sehingga kewenangan yang terakumulasi di tingkat Pusat bergeser ke Pemerintah Daerah, ungkap Rahmat.
Mengarah pada perubahan tersebut menurut Rahmat konsekswensinya tugas pemerintah umum di daerah menjadi semakin kompleks, oleh karena itu Rahmat menekankan "kita sangat memerlukan kualitas PNS yang memiliki sikap kompetensi yang profesional", kata Rachmat.
Rachmat mengingatkan PNS sebagai pelayan masyarakat yang paling bertanggung jawab dalam menggerakkan roda pemerintahan, dengan demikian Rachmat mengharapkan kemampuan untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan pelayanan publik yang baik, dari penilaian itu Rachmat menegaskan Pemerintah Daerah menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan agar tuntutan perubahan sistem pemerintah bisa terpenuhi dan fokus utamanya adalah terhadap sumber daya manusia sebagai pengelola keuangan. Kata Rachmat.
Selanjutnya Rachmat menyarankan kepada para peserta bahwa agar pengelolaan keuangan dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, "Para pengelola Keuangan Daerah dalam melaksanakan profesinya harus tetap pada format disiplin, efisien, efektif, transparan, akuntabel dan auditabel, kesalahan sedikit saja yang dilakukan pengelola keuangan akan sangat berpengaruh terhadap citra baik Pemerintah Daerah", tegas Rachmat.
Untuk menciptakan keharmonisan dalam manajemen pengelolaan keuangan daerah lanjut Rachmat, maka pengelola harus pandai dan benar-benar memahami proses pelaksanaannya mulai dari tahap menerima, menyimpan, membayarkan, mencatat dan membuat laporan pertanggung jawaban, sehigga singkronisasi penerapan prinsip keuangan daerah, di semua SKPD dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya.
Pada akhir sambutannya Rachmat berpesan, "kepada para peserta bahwa pendidikan dan pelatihan ini sangat penting untuk diikuti, maka diharapkan dapat mengikuti semua materi pelajaran yang disampaikan oleh instruktur, dan bila perlu lakukanlah acara diskusi dan dialog, terhadap masalah yang mungkin muncul pada pelaksanaan tugas Saudara sehari-hari", demikian kata Rachmat.
Sementara itu di tempat yang sama Drs. Samani Budianto dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak tahun 1997 terjadi reformasi, termasuk pengelolaan keuangan, "pengelolaan keuangan saat ini terus diamati, baik oleh pemeriksa internal maupun ekternal, berdasrakan hasil pemeriksaan BPK banyak diantaranya bahwa hasil pemeriksaan dinyatakan disclamer yang artinya tidak ada opini, untuk itu menurut Budianto menyarankan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah daerah harus sesuai dengan Keputusan Mendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dengan transparan, akuntabel dan auditabel, efektif dan efisien", tegas Budianto.
EEP TENTUKAN PILIHAN ASDA II SEBAGAI WAKILNYA
Akhirnya Bakal Calon (balon) Bupati Subang periode 2008-2013 yang diusung Partai PDI Perjuangan Eep Hidayat menentukan pilihannya dengan menggandeng Asisten Pembangunan (Asda II) Drs. H. Komir Bastaman, M.Si untuk menjadi Wakil Bupati. Tepat Pukul 09.30 WIB di hari terakhir jadwal pendaftaran Eep bersama Komir dan didampingi oleh Sekretaris DPC PDIP Subang Atin Supriatin mendaftar ke KPU Senin 4 Agustus 2008.
Kedatangan pasangan Eep dan Komir disambut oleh Ketua KPU H.R. Husen Hardjadinata SH beserta para anggotanya yang langsung memeriksa berkas persyaratan, diantaranya masih terdapat beberapa kekurangan "pihak KPU memberikan kesempatan untuk memperbaiki dan menyerahkan berkas persayaratan yang masih kurang selambat-lambatnya 7 hari setelah mendaftar, apabila batas waktu itu masih belum terpenuhi, tentunya pasangan ini akan dinyatakan tidak lolos,"kata Husen.
Munculnya nama Komir sebagai pendamping Eep, maka wacana yang saat ini berkembang telah terjawab dan banyak prediksa baik dikalangan politisi maupun mass media tidak menyangka atas keputusan tersebut. Namun menurut salah seorang kader PDIP bahwa keputusan yang diambil Eep merupakan hak dan kebebasannya sesuai dengan surat keputusan dari DPP, dan Ia percaya bahwa keputusan tersebut tidak akan mengecewakan partai, dan pasangan yang telah dipilihnya tentunya telah dimusyawarahkan terlebih dahulu di intern partai, ujarnya.
Sementara itu dari kalangan Pegawai Negeri Sipil, dengan terpilihnya salah satu birokrasi merupakan hal yang wajar dan pantas selain memliki kemampuan yang tidak diragukan, Ia (Asda II) loyalitas terhadap pimpinan sangat tinggi dan semua berharap perhatian kepada PNS yang saat ini sudah baik, dimasa yang akan datang akan semakin meningkat lagi, kata salah seorang PNS.
Sebelumnya beberapa nama yang sempat muncul kepermukaan sebagai mendapingi Eep antara lain H. Oman Wardjoman Ketua DPP Golkar, H. Rosyid (dari Pantura), H. Didi (Pengusaha Muda dari Pantura), Keluarga Bulan Dagoan Subang, dr. Lucky Luciaty (Kadis Kesehatan), Ny. Hj. Edeh L. Puradiredja (Praksi Golkar) dan Ny. Atin Supriatin (Sekjen PDIP) serta Bambang Herdadi, SH (Ketua DPRD).
Sementara itu pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB pasangan Balon H. Kusbini-H.Emanto yang diusung oleh koalisi Partai PKB, PKPB, PBR, PBSD, PPDK, PNI Marhaen, PPNUI dan PSI mendaftarkan diri ke KPU bersama para pengurus partai tersebut, seperti halnya pasangan lainnya diterima langsung oleh Ketua KPU beserta para anggotanya. Tercatat pasangan tersebut merupakan pasangan yang ke 7 yang telah mendaftar untuk mengikuti Pilkada Bupati dan Wakil Bupati pada bulan Oktober mendatang.
Jelang satu setengah jam berikutnya, sekitar pukul 23.30 WIB KPU Kabupaten Subang didatangi pasangan Dadan Setiawan-Asep Rusdian. Menurut kedua pasangan pihaknya telah mendapat dukungan dari koalisi partai PKB, PKPI dan Partai Demokrat. Pasangan itupun diterima langsung oleh Ketua KPU beserta anggotanya. Dengan terdaftarnya dua pasangan terakhir ini, maka dua kubu PKB telah mendaftarkan 2 pasang balon yang berbeda.
Dengan demikian balon yang telah terdaftar di KPU pada hari terakhir tercatat 8 pasangan yang terdiri dari tiga pasangan dari unsur perseorangan dan lima pasangan yang diusung oleh partai politik.
Bakal calon dari unsur perseorangan yaitu Primus Yustisio-Agus Nurani, Diding Kurniawan-H. Hasim dan K.H. Ahmad Juanda-Nandang Sudrajat, sedangkan lima pasangan dari Parpol adalah Eep Hidayat-Komir Bastaman, Imas Aryumningsih-Eka Gumilar, Bambang Heryanto-dr. Hj. Alma Lucyati, Kusbini-Ernanto dan Dadan Setiawan-Asep Rusdian.
PEMBINAAN TEKNIS KEARSIPAN
Dalam rangka pemahaman Peraturan Perundang-undangan dan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Bidang Kearsipan, Kantor Arsip Daerah melaksanakan Pembinaan Teknis Kearsipan bertempat di aula Kantor Arsip Ddaerah Kabupaten Subang Rabu, 6 Agustus 2008.
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang setiap bulannya selalu dilaksanakan sebagai upaya pembinaan kepada arsiparis yang ada di wilayah Kabupaten Subang.
Sekitar 50 Pejabat Fungsional Arsiparis yang tergabung dalam organisasi AAI (Asosiasi Arsiparis Indonesia) Kabupaten Subang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Drs. Mas Indra Subhan selaku Kepala Kantor Arsip Daerah yang baru menggantikan Dra. Putripa NS dalam pengarahan diawali dengan memperkenalkan diri, Ia memangku jabatan sebagai Kepala Kantor Arda baru berjalan satu minggu, Subhan mengakui dunia kearsipan merupakan pengalaman yang baru digelutinya, untuk itu pihaknya meminta agar pada setiap momen pertemuan ini, para arsiparis hendaknya dapat memberikan masukan permasalahan yang ada dilapangan, "Saya minta agar Saudara pada setiap kesempatan pertemuan ini, dapat mengemukakan segala permasalahan dilapangan, sehingga kita dapat duduk sama rendah berdiri sama tinggi untuk mencari solusi yang terbaik, membahas, mengevaluasi dan merencanakan serta harus jelas target yang akan dicapai untuk melakukan perbaikan dan perubahan yang lebih baik", kata Mas Indra.
Dikatakan yang terpenting lagi ada komunikasi dan informasi, lanjut Mas Indra, kerana dengan komunikasi dari bawah sebagai (bottom up), akan menghasilkan informasi akurat, dan informasi ini sangat penting untuk mengetahui segala upaya yang harus dilakukan dalam pengelolaan di bidang kearsipan, ungkap Mas Indra.
Mas Indra mengemukakan bahwa rencana dalam 6 bulan ke depan, akan melaksanakan pilot projeck untuk membuat jaringan internet dengan menggunakan teknologi elektrik yang disebut IT (Informasi Teknologi) dan fasilitas tersebut akan dipasang di enam SKPD yang ada dilingkup Pemerintah Daerah. Menurut Mas Indra pilot projeck tersebut perlu dilakukan untuk menyebarluaskan dan memberikan informasi kepada masyarakat. Untuk itu Mas Indra menyarankan agar para fungsional arsiparis dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan memberikan data sebagai input " Dari input inilah IT akan menghasilkan follow up bagi penyebarluasan informasi tersebut, dan yang utama arsiparis diminta untuk menguasai teknologi tersebut sesuai dengan perkembangan dunia elektronik" kata Mas Indra.
Lebih jauh Mas Indra mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga akan keberhasilan Kantor Arda yang selam ini telah meraih berbagai penghargaan baik ditingkat regional maupun nasional, namun Mas Indra mengingatkan keberhasilan tersebut akan menjadi ironis bila kenyataan dilapangan, pengolaan kearsipan masih belum optimal. Mas Indra mencotohkan bahwa dirinya telah melakukan monitoring ke salah satu kecamatan dan salah satu desa, fakta dilapangan masih ditemukan beberapa masalah dan kekurangan, "Suatu kenyataan walaupun saya mengunjungi salah satu kecamatan dan satu desa, merupakan sample salah satu ukuran bahwa pengelolaan kearsipan belum berjalan secara optimal," tegas Mas Indra.
Untuk itu Mas Indra menyarankan agar arsiparis yang berada di SKPD Kecamatan dapat memberikan pembinaan ke desa-desa, "Saya berharap minimal satu desa diberikan pembinaan pengelolaan kearsipan secara optimal, jadikan desa tersebut menjadi salah satu percontohan bagi desa lainnya, kita harus mempunyai komitmen, konsisten dan konsekwen untuk meningkatkan citra Kabupaten Subang", demikian Mas Indra mengakhiri pengarahnnya.
PARIPURNA DPRD TUNDA PENGESAHAN PEMBERHENTIAN BUPATI
Rapat Paripurna Khusus DPRD Kabupaten Subang dengan agenda tunggal Pengesahan Pemberhentian Bupati Subang Drs. Eep Hidayat, M.Si. akhirnya ditunda. Setelah melalui skorsing selama setengah jam, sidang DPRD yang dihadiri 30 anggota DPRD akhirnya menyepakati untuk menunda Pengesahan Pemberhentian Drs. Eep Hidayat, M.Si dalam jabatan Bupati. Pemberhentian Drs Eep Hidayat (incumbent) dilatar belakangi pencalonannya sebagai Bupati Subang pada Pemilihan Umum bupati dan wakil bupati periode 2008 – 2013. Berkaitan dengan hal tersebut sebelumnya Bupati Drs Eep Hidayat, M.Si telah menerima surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tertangal 24 Juli 2008 yang intinya berisi pemberian persetujuan pengunduran diri dari jabatan Bupati Subang periode 2003-2008. Surat yang ditandatangangi Mendagri H. Mardiyanto juga mengamanatkan agar Bupati juga menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Subang untuk diputuskan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang. Berdasarkan surat itulah DPRD Kabupaten Subang Rabu, 6 Agustus 2008 menggelar rapat paripurna khusus.
Dalam sidang yang diwarnai interupsi anggota DPRD, antara lain dipertanyakan mengenai adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Pasal 58 huruf q UU No. 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah yang mensyaratkan calon incumbent harus mengundurkan diri dari jabatannya bila ingin ikut lagi dalam pemilihan kepala daerah bertentangan dengan konstitusi, sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dengan dasar tersebut sebagian anggota DPRD menganggap bahwa rapat paripurna tentang pengesahan pemberhentian Bupati Subang menjadi tidak sah.
Namun demikian sebagian anggota lainnya berpendapat bahwa dengan telah diterimanya surat dari Mendagri tersebut, maka dapat dilaksanakan pengesahan pemberhentian Bupati Subang. Karena tidak ada kata sepakat maka sidang ditunda selama setengah jam. Usai skorsing disepakati untuk menunda agenda rapat paripurna dan sidang menyepakati untuk membentuk panitia konsultasi yang akan melakukan pertemuan dengan KPU Pusat maupun dengan Mendagri.
Rapat paripurna dihadiri Wakil Bupati Maman Yudia, S.Pd, Dandim 0605 Subang Letkol Surung Manurung dan sejumlah pimpinan lembaga Dinas/Instansi di Lingkungan pemerintah Kabupaten Subang.
PEMUSATAN KEGIATAN LATIHAN DAN PENDIDIKAN PASKIBRAKA
Sebanyak 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Subang, Kamis 7 Agustus 2008 memasuki pemusatan pendidikan dan latihan (Diklat). Mereka akan mengikuti pemantapan latihan selama sekitar 10 hari hingga menjelang Upacara Peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 63. Pembukaan Pemusatan Diklat yang berlangsung di Aula Kantor Kabupaten Subang tersebut dipimpin oleh Bupati Subang Maman Yudia, S.pd.
Bupati Subang, dalam amanatnya sangat berharap melalui pendidikan dan latihan ini maka seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Subang dapat memperlihatkan kinerja optimal dalam melaksanakan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Bupati juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan upacara juga merupakan salah satu aspek penting dalam membangun citra kepemerintahan Kabupaten Subang.
Hal ini karena menurut Bupati Upacara Peringatan hari proklamasi memiliki nilai historis dan patriotis yang sangat dalam bagi bangsa dan negara Indonesia. " Paskibra harus benar-benar teruji, terutama yang terkait dengan kepribadian, disiplin, kepandaian dan keterampilan disamping kekuatan fisiknya" kata Bupati.
Bupati juga menekankan agar pendidikan dan latihan ini diikuti sebaik-baiknya, sehingga dalam pelaksanaan tugas nanti tidak ada kesalahan sedikitpun. Diingatkan bahwa pada hakekatnya seluruh rakyat Kabupaten Subang akan menyaksikan saat-saat bersejarah pengibaran bendera merah putih melalui perwakilan organisasi maupun elemen masyarakat lainnya yang hadir sebagai undangan saat upacara puncak Hari Proklamasi 17 Agustus 2008 yang akan datang.
Pendidikan dan Latihan Paskibraka Kabupaten Subang melibatkan unsur-unsur pelatih dari TNI yang berada di Wilayah Kabupaten Subang antara lain dari Unsur Kodim 0605, Unsur Lanud Suryadharma, unsur Yonif 312 Kala Hitam dan unsur Polres Subang.
Pembukaan Diklat ditandai dengan penyematan lencana oleh Bupati kepada perwakilan peserta. Dalam kesempatan yang sama Bupati juga menyematkan lencana tanda penghargaan kepada 10 anggota Paskibraka Purna Tugas 2007 yang telah dengan sangat baik melaksanakan tugas pengibaran sangsaka Merah Putih pada 17 Agustus 2007 lalu.
Berkaitan dengan peringatan HUT ke 63 RI, pemerintah telah menetapkan tema, yaitu Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global.
--
Humas Kab. Subang
Jl. Dewi Sartika No. 2 Subang
Jawa Barat Telp. 0260 420718
--
Humas Kab. Subang
Jl. Dewi Sartika No. 2 Subang
Jawa Barat Telp. 0260 420718
MENPORA LEPAS JALAN SANTAI
Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Adhiyaksa Dault didampingi Asisten Administrasi Pembangunan Drs. H. Komir Bastaman, M.Si mengibaskan bendera tanda dimulainya gerak jalan santai.
Diikuti oleh ribuan peserta Gerak Jalan Santai yang memadati jalan-jalan utama Subang kota, Sabtu 2 Agustus 2008 yang dimulai dari halaman Mesjid Agung Al Musabaqoh Jl. Wangsa Goparana, Subang.
Menegpora yang sudah datang sejak Jum'at 1 Agustus ke Subang telah melaksanakan beberapa kegiatan sebelumnya. Rangkaian kunjungan kerja tersebut sekaligus dalam rangka memperingati hari ulang tahun Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke 35.
Peserta gerak jalan yang didominasi pelajar terlihat sangat antusias. Setelah lebih kurang satu jam menelusuri jalan-jalan utama Subang kota sejauh 5 kilo meter.
Saat seluruh peserta melaksanakan gerak jalan, Menpora didampingi Ketua KNPI Kabupaten Subang, Yoyo, didaulat menuggangi salah satu sisingaan menuju ke Wisma Karya tempat finish acara gerak jalan.
Setibanya di Wisma Karya menteri disambut Ketua DPRD Subang, H. Bambang Herdadi SH. Sesaat kemudian menyusul dibelakangnya dengan suara lantang Bupati Subang Drs. Eep Hidayat, M.Si menyanyikan beberapa lagu ciptaanya sendiri sepeerti lagu sisingaan yang disambut meriah peserta gerak jalan.
Acara semakin meriah dengan hadirnya bintang lawak Sule SOS. Bersama Menteri, Bupati dan Ketua DPRD Bambang Herdadi mereka menyanyikan beberapa lagu pop.
PELANTIKAN KEPALA SEKOLAH
Sebanyak 200 orang diangkat dan dilantik dalam jabatan fungsional Kepala Sekolah mulai tingkat Taman Kanak-Kanak, SD, SLTP, SLTA, dan jabatan fungsional Penilik Luar Sekolah. Pelantikan dilakukan oleh Asisten Administrasi Pembangunan Drs. H. Komir Bastaman, M.Si atas nama Bupati Subang pada Senin 4 Agustus 2008. Pelantikan para pejabat fungsional tersebut berdasar pada Surat keputusan Bupati Subang No. 821.27/KEP. 353-BKD/2008 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Guru yang Diberi Tugas Tambahan Sebagai Kepala Sekolah dan Penilik Luar Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.
Sesaat setelah pelantikan Asda II menyampaikan selamat kepada para pejabat baru dan mengharapkan keberadaan mereka dapat mendorong peningkatan dan kemajuan Pendidikan di Kabupaten Subang. Dikatakan Subang saat ini terus berjuang untuk memastikan diri keluar dari masalah klasik yaitu banyaknya bangunan / infrastruktur sekolah yang rusak terutama bangunan sekolah dasar. Ditambahkan Subang berharap menjadi Kabupaten di Jawa Barat yang menuntaskan masalah tuntas pembangunan fisik sekolah dasartersebut .
Menyingung mengenai pejabat yang baru saja dilantik Asda menyadari bahwa pelantikan yang baru saja dilakukan belum tentu memuaskan seluruh pejabat yang baru dilantik tersebut. Namun Asda menitipkan perlunya mensyukuri atas apa yang diperolehnya tersebut. Ia juga meminta agar pada mereka yang belum mendapatkan kesempatan menduduki jabatan baik struktural maupun fungsional di Lingkungan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Subang agar bersabar.
Pada bagian lain Asda juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan maupun kesalahan selama menduduki berbagai jabatan di Kabupaten Subang. Hal itu diungkapkan sehubungan Asda akan segera meletakan jabatannya sehubungan dengan pencalonan dirinya menjadi wakil bupati berpasangan dengan Calon Bupati Drs. Eep Hidayat, M.Si pada Pemilihan Umum Bupati-Wakil Bupati Subang periode 2008-2013.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Wisma Haji tersebut disaksikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang Drs. Rahmat Solihin, Kepala Dinas Pendidikan Drs. H. Makmur Sutisna WD, MM.Pd
ASDA III BUKA DIKLAT AKUTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN
Sebanyak 30 orang yang terdiri dari PNS/Pengelola Keuangan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Subang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Akutansi dan Laporan Keuangan, yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah di Wisma Tanjung Harapan Cijambe Subang.
Kegiatan Diklat dibuka oleh Asisten Administrasi Drs. H. Rachmat Setiawan hari Selasa 5 Agustus 2008, hadir pada acara tersebut Drs. Samani Budianto mewakili Kepala Balai Diklat Keuangan VIII Cimahi, Kepala BKD Kabupaten Subang Drs. H. Rachmat Solihin M.Si, dan Kepala Bagian Keuangan Achmad Sobari, S.Sos, M.Si.
Acara yang dimulai dengan penyampaian laporan penyelenggaraan oleh Kepala Bidang Diklat BKB Kab. Subang Drs. Nana Wardana selaku Ketua Panitia mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan para peserta dapat meningkat kemampuan dalam mengelola keuangan daerah khusunya di bidang akutansi dan laporan keuangan di kecamatan masing-masing, ungkap Nana
Nana menambahkan kegiatan diklat akan berlangsung selama 10 hari dari tanggal 5 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2008, dan sebagai pengajar dan penceramah diisi dari Para pejabat dan Widyaiswara Balai Diklat Keuangan VII Cimahi, serta para pejabat dari Pemerintah Kabupaten Subang, demikian ungkap Nana.
Dalam sambutan Bupati Subang yang di bacakan oleh Asda III mengungkapkan bahwa dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ternyata telah membawa perubahan yang signifikan dalam tatanan sistem dan struktur Pemerintahan Daerah, yang semula bersifat sentralistik, saat ini menjadi desentralistik, sehingga kewenangan yang terakumulasi di tingkat Pusat bergeser ke Pemerintah Daerah, ungkap Rahmat.
Mengarah pada perubahan tersebut menurut Rahmat konsekswensinya tugas pemerintah umum di daerah menjadi semakin kompleks, oleh karena itu Rahmat menekankan "kita sangat memerlukan kualitas PNS yang memiliki sikap kompetensi yang profesional", kata Rachmat.
Rachmat mengingatkan PNS sebagai pelayan masyarakat yang paling bertanggung jawab dalam menggerakkan roda pemerintahan, dengan demikian Rachmat mengharapkan kemampuan untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan pelayanan publik yang baik, dari penilaian itu Rachmat menegaskan Pemerintah Daerah menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan agar tuntutan perubahan sistem pemerintah bisa terpenuhi dan fokus utamanya adalah terhadap sumber daya manusia sebagai pengelola keuangan. Kata Rachmat.
Selanjutnya Rachmat menyarankan kepada para peserta bahwa agar pengelolaan keuangan dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, "Para pengelola Keuangan Daerah dalam melaksanakan profesinya harus tetap pada format disiplin, efisien, efektif, transparan, akuntabel dan auditabel, kesalahan sedikit saja yang dilakukan pengelola keuangan akan sangat berpengaruh terhadap citra baik Pemerintah Daerah", tegas Rachmat.
Untuk menciptakan keharmonisan dalam manajemen pengelolaan keuangan daerah lanjut Rachmat, maka pengelola harus pandai dan benar-benar memahami proses pelaksanaannya mulai dari tahap menerima, menyimpan, membayarkan, mencatat dan membuat laporan pertanggung jawaban, sehigga singkronisasi penerapan prinsip keuangan daerah, di semua SKPD dapat diwujudkan dengan sebaik-baiknya.
Pada akhir sambutannya Rachmat berpesan, "kepada para peserta bahwa pendidikan dan pelatihan ini sangat penting untuk diikuti, maka diharapkan dapat mengikuti semua materi pelajaran yang disampaikan oleh instruktur, dan bila perlu lakukanlah acara diskusi dan dialog, terhadap masalah yang mungkin muncul pada pelaksanaan tugas Saudara sehari-hari", demikian kata Rachmat.
Sementara itu di tempat yang sama Drs. Samani Budianto dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak tahun 1997 terjadi reformasi, termasuk pengelolaan keuangan, "pengelolaan keuangan saat ini terus diamati, baik oleh pemeriksa internal maupun ekternal, berdasrakan hasil pemeriksaan BPK banyak diantaranya bahwa hasil pemeriksaan dinyatakan disclamer yang artinya tidak ada opini, untuk itu menurut Budianto menyarankan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah daerah harus sesuai dengan Keputusan Mendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dengan transparan, akuntabel dan auditabel, efektif dan efisien", tegas Budianto.
EEP TENTUKAN PILIHAN ASDA II SEBAGAI WAKILNYA
Akhirnya Bakal Calon (balon) Bupati Subang periode 2008-2013 yang diusung Partai PDI Perjuangan Eep Hidayat menentukan pilihannya dengan menggandeng Asisten Pembangunan (Asda II) Drs. H. Komir Bastaman, M.Si untuk menjadi Wakil Bupati. Tepat Pukul 09.30 WIB di hari terakhir jadwal pendaftaran Eep bersama Komir dan didampingi oleh Sekretaris DPC PDIP Subang Atin Supriatin mendaftar ke KPU Senin 4 Agustus 2008.
Kedatangan pasangan Eep dan Komir disambut oleh Ketua KPU H.R. Husen Hardjadinata SH beserta para anggotanya yang langsung memeriksa berkas persyaratan, diantaranya masih terdapat beberapa kekurangan "pihak KPU memberikan kesempatan untuk memperbaiki dan menyerahkan berkas persayaratan yang masih kurang selambat-lambatnya 7 hari setelah mendaftar, apabila batas waktu itu masih belum terpenuhi, tentunya pasangan ini akan dinyatakan tidak lolos,"kata Husen.
Munculnya nama Komir sebagai pendamping Eep, maka wacana yang saat ini berkembang telah terjawab dan banyak prediksa baik dikalangan politisi maupun mass media tidak menyangka atas keputusan tersebut. Namun menurut salah seorang kader PDIP bahwa keputusan yang diambil Eep merupakan hak dan kebebasannya sesuai dengan surat keputusan dari DPP, dan Ia percaya bahwa keputusan tersebut tidak akan mengecewakan partai, dan pasangan yang telah dipilihnya tentunya telah dimusyawarahkan terlebih dahulu di intern partai, ujarnya.
Sementara itu dari kalangan Pegawai Negeri Sipil, dengan terpilihnya salah satu birokrasi merupakan hal yang wajar dan pantas selain memliki kemampuan yang tidak diragukan, Ia (Asda II) loyalitas terhadap pimpinan sangat tinggi dan semua berharap perhatian kepada PNS yang saat ini sudah baik, dimasa yang akan datang akan semakin meningkat lagi, kata salah seorang PNS.
Sebelumnya beberapa nama yang sempat muncul kepermukaan sebagai mendapingi Eep antara lain H. Oman Wardjoman Ketua DPP Golkar, H. Rosyid (dari Pantura), H. Didi (Pengusaha Muda dari Pantura), Keluarga Bulan Dagoan Subang, dr. Lucky Luciaty (Kadis Kesehatan), Ny. Hj. Edeh L. Puradiredja (Praksi Golkar) dan Ny. Atin Supriatin (Sekjen PDIP) serta Bambang Herdadi, SH (Ketua DPRD).
Sementara itu pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB pasangan Balon H. Kusbini-H.Emanto yang diusung oleh koalisi Partai PKB, PKPB, PBR, PBSD, PPDK, PNI Marhaen, PPNUI dan PSI mendaftarkan diri ke KPU bersama para pengurus partai tersebut, seperti halnya pasangan lainnya diterima langsung oleh Ketua KPU beserta para anggotanya. Tercatat pasangan tersebut merupakan pasangan yang ke 7 yang telah mendaftar untuk mengikuti Pilkada Bupati dan Wakil Bupati pada bulan Oktober mendatang.
Jelang satu setengah jam berikutnya, sekitar pukul 23.30 WIB KPU Kabupaten Subang didatangi pasangan Dadan Setiawan-Asep Rusdian. Menurut kedua pasangan pihaknya telah mendapat dukungan dari koalisi partai PKB, PKPI dan Partai Demokrat. Pasangan itupun diterima langsung oleh Ketua KPU beserta anggotanya. Dengan terdaftarnya dua pasangan terakhir ini, maka dua kubu PKB telah mendaftarkan 2 pasang balon yang berbeda.
Dengan demikian balon yang telah terdaftar di KPU pada hari terakhir tercatat 8 pasangan yang terdiri dari tiga pasangan dari unsur perseorangan dan lima pasangan yang diusung oleh partai politik.
Bakal calon dari unsur perseorangan yaitu Primus Yustisio-Agus Nurani, Diding Kurniawan-H. Hasim dan K.H. Ahmad Juanda-Nandang Sudrajat, sedangkan lima pasangan dari Parpol adalah Eep Hidayat-Komir Bastaman, Imas Aryumningsih-Eka Gumilar, Bambang Heryanto-dr. Hj. Alma Lucyati, Kusbini-Ernanto dan Dadan Setiawan-Asep Rusdian.
PEMBINAAN TEKNIS KEARSIPAN
Dalam rangka pemahaman Peraturan Perundang-undangan dan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Bidang Kearsipan, Kantor Arsip Daerah melaksanakan Pembinaan Teknis Kearsipan bertempat di aula Kantor Arsip Ddaerah Kabupaten Subang Rabu, 6 Agustus 2008.
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang setiap bulannya selalu dilaksanakan sebagai upaya pembinaan kepada arsiparis yang ada di wilayah Kabupaten Subang.
Sekitar 50 Pejabat Fungsional Arsiparis yang tergabung dalam organisasi AAI (Asosiasi Arsiparis Indonesia) Kabupaten Subang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Drs. Mas Indra Subhan selaku Kepala Kantor Arsip Daerah yang baru menggantikan Dra. Putripa NS dalam pengarahan diawali dengan memperkenalkan diri, Ia memangku jabatan sebagai Kepala Kantor Arda baru berjalan satu minggu, Subhan mengakui dunia kearsipan merupakan pengalaman yang baru digelutinya, untuk itu pihaknya meminta agar pada setiap momen pertemuan ini, para arsiparis hendaknya dapat memberikan masukan permasalahan yang ada dilapangan, "Saya minta agar Saudara pada setiap kesempatan pertemuan ini, dapat mengemukakan segala permasalahan dilapangan, sehingga kita dapat duduk sama rendah berdiri sama tinggi untuk mencari solusi yang terbaik, membahas, mengevaluasi dan merencanakan serta harus jelas target yang akan dicapai untuk melakukan perbaikan dan perubahan yang lebih baik", kata Mas Indra.
Dikatakan yang terpenting lagi ada komunikasi dan informasi, lanjut Mas Indra, kerana dengan komunikasi dari bawah sebagai (bottom up), akan menghasilkan informasi akurat, dan informasi ini sangat penting untuk mengetahui segala upaya yang harus dilakukan dalam pengelolaan di bidang kearsipan, ungkap Mas Indra.
Mas Indra mengemukakan bahwa rencana dalam 6 bulan ke depan, akan melaksanakan pilot projeck untuk membuat jaringan internet dengan menggunakan teknologi elektrik yang disebut IT (Informasi Teknologi) dan fasilitas tersebut akan dipasang di enam SKPD yang ada dilingkup Pemerintah Daerah. Menurut Mas Indra pilot projeck tersebut perlu dilakukan untuk menyebarluaskan dan memberikan informasi kepada masyarakat. Untuk itu Mas Indra menyarankan agar para fungsional arsiparis dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan memberikan data sebagai input " Dari input inilah IT akan menghasilkan follow up bagi penyebarluasan informasi tersebut, dan yang utama arsiparis diminta untuk menguasai teknologi tersebut sesuai dengan perkembangan dunia elektronik" kata Mas Indra.
Lebih jauh Mas Indra mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga akan keberhasilan Kantor Arda yang selam ini telah meraih berbagai penghargaan baik ditingkat regional maupun nasional, namun Mas Indra mengingatkan keberhasilan tersebut akan menjadi ironis bila kenyataan dilapangan, pengolaan kearsipan masih belum optimal. Mas Indra mencotohkan bahwa dirinya telah melakukan monitoring ke salah satu kecamatan dan salah satu desa, fakta dilapangan masih ditemukan beberapa masalah dan kekurangan, "Suatu kenyataan walaupun saya mengunjungi salah satu kecamatan dan satu desa, merupakan sample salah satu ukuran bahwa pengelolaan kearsipan belum berjalan secara optimal," tegas Mas Indra.
Untuk itu Mas Indra menyarankan agar arsiparis yang berada di SKPD Kecamatan dapat memberikan pembinaan ke desa-desa, "Saya berharap minimal satu desa diberikan pembinaan pengelolaan kearsipan secara optimal, jadikan desa tersebut menjadi salah satu percontohan bagi desa lainnya, kita harus mempunyai komitmen, konsisten dan konsekwen untuk meningkatkan citra Kabupaten Subang", demikian Mas Indra mengakhiri pengarahnnya.
PARIPURNA DPRD TUNDA PENGESAHAN PEMBERHENTIAN BUPATI
Rapat Paripurna Khusus DPRD Kabupaten Subang dengan agenda tunggal Pengesahan Pemberhentian Bupati Subang Drs. Eep Hidayat, M.Si. akhirnya ditunda. Setelah melalui skorsing selama setengah jam, sidang DPRD yang dihadiri 30 anggota DPRD akhirnya menyepakati untuk menunda Pengesahan Pemberhentian Drs. Eep Hidayat, M.Si dalam jabatan Bupati. Pemberhentian Drs Eep Hidayat (incumbent) dilatar belakangi pencalonannya sebagai Bupati Subang pada Pemilihan Umum bupati dan wakil bupati periode 2008 – 2013. Berkaitan dengan hal tersebut sebelumnya Bupati Drs Eep Hidayat, M.Si telah menerima surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tertangal 24 Juli 2008 yang intinya berisi pemberian persetujuan pengunduran diri dari jabatan Bupati Subang periode 2003-2008. Surat yang ditandatangangi Mendagri H. Mardiyanto juga mengamanatkan agar Bupati juga menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Subang untuk diputuskan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang. Berdasarkan surat itulah DPRD Kabupaten Subang Rabu, 6 Agustus 2008 menggelar rapat paripurna khusus.
Dalam sidang yang diwarnai interupsi anggota DPRD, antara lain dipertanyakan mengenai adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Pasal 58 huruf q UU No. 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah yang mensyaratkan calon incumbent harus mengundurkan diri dari jabatannya bila ingin ikut lagi dalam pemilihan kepala daerah bertentangan dengan konstitusi, sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dengan dasar tersebut sebagian anggota DPRD menganggap bahwa rapat paripurna tentang pengesahan pemberhentian Bupati Subang menjadi tidak sah.
Namun demikian sebagian anggota lainnya berpendapat bahwa dengan telah diterimanya surat dari Mendagri tersebut, maka dapat dilaksanakan pengesahan pemberhentian Bupati Subang. Karena tidak ada kata sepakat maka sidang ditunda selama setengah jam. Usai skorsing disepakati untuk menunda agenda rapat paripurna dan sidang menyepakati untuk membentuk panitia konsultasi yang akan melakukan pertemuan dengan KPU Pusat maupun dengan Mendagri.
Rapat paripurna dihadiri Wakil Bupati Maman Yudia, S.Pd, Dandim 0605 Subang Letkol Surung Manurung dan sejumlah pimpinan lembaga Dinas/Instansi di Lingkungan pemerintah Kabupaten Subang.
PEMUSATAN KEGIATAN LATIHAN DAN PENDIDIKAN PASKIBRAKA
Sebanyak 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Subang, Kamis 7 Agustus 2008 memasuki pemusatan pendidikan dan latihan (Diklat). Mereka akan mengikuti pemantapan latihan selama sekitar 10 hari hingga menjelang Upacara Peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 63. Pembukaan Pemusatan Diklat yang berlangsung di Aula Kantor Kabupaten Subang tersebut dipimpin oleh Bupati Subang Maman Yudia, S.pd.
Bupati Subang, dalam amanatnya sangat berharap melalui pendidikan dan latihan ini maka seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Subang dapat memperlihatkan kinerja optimal dalam melaksanakan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Bupati juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan upacara juga merupakan salah satu aspek penting dalam membangun citra kepemerintahan Kabupaten Subang.
Hal ini karena menurut Bupati Upacara Peringatan hari proklamasi memiliki nilai historis dan patriotis yang sangat dalam bagi bangsa dan negara Indonesia. " Paskibra harus benar-benar teruji, terutama yang terkait dengan kepribadian, disiplin, kepandaian dan keterampilan disamping kekuatan fisiknya" kata Bupati.
Bupati juga menekankan agar pendidikan dan latihan ini diikuti sebaik-baiknya, sehingga dalam pelaksanaan tugas nanti tidak ada kesalahan sedikitpun. Diingatkan bahwa pada hakekatnya seluruh rakyat Kabupaten Subang akan menyaksikan saat-saat bersejarah pengibaran bendera merah putih melalui perwakilan organisasi maupun elemen masyarakat lainnya yang hadir sebagai undangan saat upacara puncak Hari Proklamasi 17 Agustus 2008 yang akan datang.
Pendidikan dan Latihan Paskibraka Kabupaten Subang melibatkan unsur-unsur pelatih dari TNI yang berada di Wilayah Kabupaten Subang antara lain dari Unsur Kodim 0605, Unsur Lanud Suryadharma, unsur Yonif 312 Kala Hitam dan unsur Polres Subang.
Pembukaan Diklat ditandai dengan penyematan lencana oleh Bupati kepada perwakilan peserta. Dalam kesempatan yang sama Bupati juga menyematkan lencana tanda penghargaan kepada 10 anggota Paskibraka Purna Tugas 2007 yang telah dengan sangat baik melaksanakan tugas pengibaran sangsaka Merah Putih pada 17 Agustus 2007 lalu.
Berkaitan dengan peringatan HUT ke 63 RI, pemerintah telah menetapkan tema, yaitu Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global.
--
Humas Kab. Subang
Jl. Dewi Sartika No. 2 Subang
Jawa Barat Telp. 0260 420718
--
Humas Kab. Subang
Jl. Dewi Sartika No. 2 Subang
Jawa Barat Telp. 0260 420718
Langganan:
Postingan (Atom)
























