Minggu, 24 Agustus 2008

BERITA HUMAS PEMKAB. SUBANG 23 08 2008

VOTING DPRD MENYETUJUI
BUPATI SUBANG EEP HIDAYAT DIBERHENTIKAN

Usai Sidang Paripurna DPRD pertama yang membahas Pengesahan Laporan
Pertanggung Jawaban APBD 2007, KUA & PPAS Tahun 2009, yang berakhir
pukul 15.00 WIB pada Jum'at 22 Agustus 2008, Sidang Paripurna DPRD
dilanjutkan dengan tindak lanjut Surat Mendagri tertangal 24 Juli 2008
yang intinya berisi persetujuan pengunduran diri Bupati subang Drs.
Eep Hidayat, M.Si dari jabatan Bupati Subang periode 2003-2008. Surat
yang ditandatangangi Mendagri H. Mardiyanto juga mengamanatkan agar
Bupati Eep Hidayat menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri
tersebut kepada DPRD Kabupaten Subang untuk diputuskan dalam Rapat
Paripurna DPRD Kabupaten Subang. Berdasarkan surat itulah DPRD
Kabupaten Subang melanjutkan sidang ke II yang berlangsung dari pukul
20.05 dan berakhir pada pukul 21.36 WIB.
Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Bambang Hardadi, SH didampingi
Wakil Ketua dr. Encep Sugiana dan dihadiri 36 anggota DPRD. Sidang
juga disaksikan langsung Wakil Bupati Subang Maman Yudia serta
sejumlah masyarakat yang ingin melihat dari dekat jalannya persidangan
yang berjalan cukup alot dan diwarnai ketegangan.
Sidang diawali dengan pembacaan rancangan pemberhentian Drs. Eep
Hidayat, M.Si dari jabatan Bupati. Hal tersebut langsung mengundang
reaksi dari beberapa anggota dewan. Beberapa diantaranya menyatakan
bahwa Bupati Subang Eep Hidayat tidak perlu mengundurkan diri hal ini
mengacu kepada keputusan Mahkamah Konsitusi yang membatalkan pasal 58
huruf q UU 12/2008 tentang perubahan kedua atas UU 32/2004 tentang
Pemerintahan Daerah.
Sebagian anggota dewan lainnya menyatakan bahwa pengunduran diri
Bupati Subang Eep Hidayat syah. Mereka mendasarkan pendapat tersebut
pada surat Menteri Dalam Negeri yang menyatakan pengunduran Bupati
Subang Eep Hidayat dikabulkan oleh Mendagri. Sementara anggota dewan
lainnya mengusulkan bahwa untuk menjawab persoalan Bupati Subang
berhenti atau tidaknya, perlu dilakukan konsultasi ulang ke Mendagri
dan KPU Pusat, mengingat konsultasi yang telah dilakukan terdahulu
tidak refresentatif karena dinilai tidak mewakili lembaga DPRD
Kabupaten Subang secara utuh.
Pimpinan Sidang, melihat kondisi perdebatan yang melebar pada hal-hal
lain yang dinilainya tidak akan menghasilkan keputusan yang jelas.
Maka ia mengingatkan kembali bahwa pembahasan sidang hanya untuk
memberikan jawaban disetujui atau tidaknya Usulan Rancangan Surat
Keputusan Pemberhentian Bupati Subang Eep Hidayat sebagai Bupati
Subang dan mengangkat Wakil Bupati Maman Yudia sebagai Bupati. Melihat
perkembangan yang mengarah pada perdebatan yang tidak berujung,
Pimpinan sidang berpendapat bahwa cara musyawarah untuk mufakat tidak
akan menghasilkan keputusan, akhirnya ia mengambil keputusan untuk
dilakukan voting.
Dengan keputusan pimpinan sidang tersebut, beberapa anggota dewan
memprotes keras sehingga terjadi kericuhan kecil yang mendapat
perhatian dari masyarakat, dan pihak keamamn dari Kodim 0605/Subang
serta Sapol PP yang memberikan tindakAn prefentif guna menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan. Namun sebagian besar dari anggota dewan
menyetujui pengambilan keputusan harus dilakukan dengan voting,
sedangkan anggota dewan yang tidak menyetujui dilakukannya voting
melakukan walk out.
Dari 26 suara yang menyetujui keputusan dilakukan dengan voting,
hasilnya 21 setuju, 1 tidak setuju, 3 abstein, dan 1 menolak. Dengan
hasil tersebut, maka sebelum mengakihiri sidang, pimpinan sidang
menegaskan kembali bahwa rancangan tersebut syah dan akan diajukan ke
Mendagri melalui Gubernur Jawa Barat.

WISUDA III UNIVERSITAS SUBANG

Universitas Subang, Sabtu 23 Agustus 2008 mewisuda 149 sarjana.,
terdiri dari 123 wisudawan Fakultas Ilmu Adminstrasi dan 26 wisudawan
Fakultas Teknik. Pada wisuda yang berlangsung di Aula Pemerintah
Kabupaten Subang tersebut, tercatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
tertinggi 3,64. Rektor Universitas Subang pada sambutan yang dibacakan
DR. Iing Kosim mengungkapkan, lembaga yang dipimpinnya meskipun masih
relatif baru namun mendapat kepercayaan yang cukup baik dari
masyarakat. Menurutnya hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah
mahasiswa yang pada tahun akademik 2007/2008 berjumlah total 961.
Sedangkan pada penerimaan tahun 2008/2009 jumlah mahasiswa yang
mendaftar dan mengikuti seleksi penerimaan sebanyak 686.
Dikatakan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Universitas Subang pada
usia yang ke tiga pada tahun ini telah memiliki tujuh fakultas, yakni
Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas
Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Agrobisnis dan
Rekayasa Pertanian serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Khusus
kepada wisudawan rektor meminta agar mereka memiliki kepekaan terhadap
berbagai permasalahan sosial serta memberikan kontribusi dan
pengabdian dalam berbagai bidang pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Pembina Yayasan Kutawaringin,
Drs. H. Abdul Wachyan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah
Kabuparten Subang yang telah memberikan perhatian banyak bagi
perkembangan Universitas Subang. Disisi lain mantan Bupati Subang ini
juga mengungkapkan perkembangan jumlah mahasiswa saat ini belum
diiringi dengan fasilitas yang memadai. "Saat ini Universitas Subang
masih menghadapi keterbatasan fasilitas, seperti ruang kuliah,
laboratorium maupun gedung serba guna", kata Abdul Wachyan. Untuk itu
fihaknya mengharapkan perhatian yang lebih besar dari Pemerintah
Kabupaten Subang.
Sementara itu dalam sambutan ketua DPRD Kabupaten Subang H. Bambang
Herdadi SH membenarkan bahwa keberadaan Universitas Subang merupakan
salah satu aset yang bernilai. Ia juga mengakui bahwa ditengah-tengah
persaingan yang ketat Universitas Subang mampu menunjukan prestasi
yang baik yang ditunjukan oleh minat yang besar dari masyarakat untuk
menimba pendidikan tinggi di Universitas Subang. Hal senada juga
diungkapkan Asisten Administrasi pembangunan Drs H. Komir Bastaman,
M.Si "Adanya Universitas Subang dalam tiga tahun terakhir ini telah
memberikan semangat dan keyakinan masyarakat untuk mempersiapkan
generasi baru yang memiliki pendidikan tinggi yang memadai " kata
Asda. Untuk itu ia meminta kepada DPRD bersama sama pemerintah
Kabupaten Subang memberikan dukungan terhadap Universitas Subang.
Usai pelaksanaan wisuda salah seorang perwakilan mahasiswa
menyampaikan sumbangan pada Universitas Subang berupa uang tunai
sebesar Rp. 10 juta. Dalam kesempatan yang sama Rektor juga
memberikan uang kadeudeuh bagi tim Sepak Bola Universitas Subang yang
berhasil menjadi juara IV pada copa mahasiswa Jabar tahun 2007.

BERITA HUMAS PEMKAB. SUBANG 23 08 2008


VOTING DPRD MENYETUJUI
BUPATI SUBANG EEP HIDAYAT DIBERHENTIKAN

Usai Sidang Paripurna DPRD pertama yang membahas Pengesahan Laporan
Pertanggung Jawaban APBD 2007, KUA & PPAS Tahun 2009, yang berakhir
pukul  15.00 WIB pada Jum'at 22 Agustus 2008, Sidang Paripurna DPRD
dilanjutkan dengan tindak lanjut Surat Mendagri tertangal 24 Juli 2008
yang intinya berisi persetujuan pengunduran diri Bupati subang Drs.
Eep Hidayat, M.Si  dari jabatan Bupati Subang periode 2003-2008. Surat
yang ditandatangangi Mendagri H. Mardiyanto juga mengamanatkan agar
Bupati Eep Hidayat menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri
tersebut kepada DPRD Kabupaten Subang untuk diputuskan dalam Rapat
Paripurna DPRD Kabupaten Subang. Berdasarkan surat itulah DPRD
Kabupaten Subang melanjutkan sidang ke II yang berlangsung dari pukul
20.05 dan berakhir pada pukul 21.36 WIB.
Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Bambang Hardadi, SH didampingi
Wakil Ketua dr. Encep Sugiana dan dihadiri 36 anggota DPRD. Sidang
juga  disaksikan langsung Wakil Bupati Subang Maman Yudia serta
sejumlah masyarakat yang ingin melihat dari dekat jalannya persidangan
yang berjalan cukup alot dan diwarnai ketegangan.
Sidang diawali dengan pembacaan rancangan pemberhentian Drs. Eep
Hidayat, M.Si dari jabatan Bupati. Hal tersebut langsung mengundang
reaksi  dari beberapa anggota dewan. Beberapa diantaranya menyatakan
bahwa Bupati Subang Eep Hidayat tidak perlu mengundurkan diri hal ini
mengacu kepada keputusan Mahkamah Konsitusi yang membatalkan pasal 58
huruf q UU 12/2008 tentang perubahan kedua atas UU 32/2004 tentang
Pemerintahan Daerah.
Sebagian anggota dewan lainnya menyatakan bahwa pengunduran diri
Bupati Subang Eep Hidayat syah. Mereka mendasarkan pendapat tersebut
pada  surat  Menteri Dalam Negeri yang menyatakan pengunduran Bupati
Subang Eep Hidayat dikabulkan oleh Mendagri. Sementara anggota dewan
lainnya mengusulkan bahwa untuk menjawab persoalan Bupati Subang
berhenti atau tidaknya, perlu dilakukan konsultasi ulang ke Mendagri
dan KPU Pusat, mengingat konsultasi yang telah dilakukan terdahulu
tidak refresentatif karena dinilai tidak mewakili lembaga DPRD
Kabupaten Subang secara utuh.
Pimpinan Sidang, melihat kondisi perdebatan yang melebar pada hal-hal
lain yang dinilainya tidak akan menghasilkan keputusan yang jelas.
Maka ia mengingatkan kembali bahwa pembahasan sidang hanya untuk
memberikan jawaban disetujui atau tidaknya Usulan Rancangan Surat
Keputusan Pemberhentian Bupati Subang Eep Hidayat sebagai Bupati
Subang dan mengangkat Wakil Bupati Maman Yudia sebagai Bupati. Melihat
perkembangan yang mengarah pada perdebatan yang tidak berujung,
Pimpinan sidang berpendapat bahwa cara musyawarah untuk mufakat tidak
akan menghasilkan keputusan,  akhirnya ia mengambil keputusan untuk
dilakukan voting.
Dengan keputusan pimpinan sidang tersebut, beberapa anggota dewan
memprotes keras sehingga terjadi kericuhan kecil yang mendapat
perhatian dari masyarakat, dan pihak keamamn dari Kodim 0605/Subang
serta Sapol PP yang  memberikan tindakAn prefentif guna menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan. Namun sebagian besar dari anggota dewan
menyetujui pengambilan keputusan harus dilakukan dengan voting,
sedangkan anggota dewan yang tidak menyetujui dilakukannya voting
melakukan walk out.
Dari 26 suara yang menyetujui keputusan dilakukan dengan voting,
hasilnya  21 setuju, 1 tidak setuju, 3 abstein, dan 1 menolak. Dengan
hasil tersebut, maka sebelum mengakihiri sidang, pimpinan sidang
menegaskan kembali bahwa rancangan tersebut syah dan akan diajukan ke
Mendagri melalui Gubernur Jawa Barat.

WISUDA III UNIVERSITAS SUBANG

Universitas Subang, Sabtu 23 Agustus 2008 mewisuda 149 sarjana.,
terdiri dari 123 wisudawan Fakultas Ilmu Adminstrasi dan 26 wisudawan
Fakultas Teknik. Pada wisuda yang berlangsung di Aula Pemerintah
Kabupaten Subang tersebut, tercatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
tertinggi 3,64. Rektor Universitas Subang pada sambutan yang dibacakan
DR. Iing Kosim mengungkapkan, lembaga yang dipimpinnya meskipun masih
relatif baru namun mendapat kepercayaan yang cukup baik dari
masyarakat. Menurutnya hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah
mahasiswa yang pada tahun akademik 2007/2008 berjumlah total 961.
Sedangkan pada penerimaan tahun 2008/2009 jumlah mahasiswa yang
mendaftar dan mengikuti seleksi penerimaan sebanyak 686.
Dikatakan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Universitas Subang pada
usia yang ke tiga pada tahun ini telah memiliki tujuh fakultas, yakni
Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas
Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Agrobisnis dan
Rekayasa Pertanian serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Khusus
kepada wisudawan rektor meminta agar mereka memiliki kepekaan terhadap
berbagai permasalahan sosial serta memberikan kontribusi dan
pengabdian dalam berbagai bidang pembangunan.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Pembina Yayasan Kutawaringin,
Drs. H. Abdul Wachyan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah
Kabuparten Subang yang telah memberikan perhatian banyak bagi
perkembangan Universitas  Subang. Disisi lain mantan Bupati Subang ini
juga mengungkapkan perkembangan jumlah mahasiswa saat ini belum
diiringi dengan fasilitas yang memadai. "Saat ini Universitas Subang
masih menghadapi keterbatasan fasilitas, seperti ruang kuliah,
laboratorium maupun gedung serba guna", kata Abdul Wachyan. Untuk itu
fihaknya mengharapkan perhatian yang lebih besar dari Pemerintah
Kabupaten Subang.
Sementara itu dalam sambutan ketua DPRD Kabupaten Subang H. Bambang
Herdadi SH membenarkan bahwa keberadaan Universitas Subang merupakan
salah satu aset yang bernilai. Ia juga mengakui bahwa ditengah-tengah
persaingan yang ketat Universitas Subang mampu menunjukan prestasi
yang baik yang ditunjukan oleh minat yang besar dari masyarakat untuk
menimba pendidikan tinggi di Universitas Subang. Hal senada juga
diungkapkan Asisten Administrasi pembangunan Drs H. Komir Bastaman,
M.Si "Adanya Universitas Subang dalam tiga tahun terakhir ini telah
memberikan semangat dan keyakinan masyarakat untuk mempersiapkan
generasi baru yang memiliki pendidikan tinggi yang memadai " kata
Asda. Untuk itu ia meminta kepada DPRD bersama sama pemerintah
Kabupaten Subang  memberikan dukungan terhadap Universitas Subang.
Usai pelaksanaan wisuda salah seorang perwakilan mahasiswa
menyampaikan sumbangan pada Universitas Subang berupa uang tunai
sebesar Rp. 10 juta. Dalam kesempatan yang sama  Rektor juga
memberikan uang kadeudeuh bagi tim Sepak Bola Universitas Subang yang
berhasil menjadi juara IV pada copa mahasiswa Jabar tahun 2007.



--
Humas Kab. Subang
Jl. Dewi Sartika No. 2 Subang
Jawa Barat Telp. 0260 420718



--
Teddy Widara
Jalur Resmi: 08179260849
Jalur Asyik   : 085722036669

Senin, 18 Agustus 2008

BERITA HUMAS SUBANG HUT RI KE 63

RIUNG MUNGPULUNG HUT RI KE 63 TAHUN 2008

Riung mumpulung dalam rangka memperingati Ulang Tahun RI ke 63
Tingkat Kabupaten Subang dilaksanakan di Aula Pemerintah Kabupaten
Subang, Sabtu 16 Agustus 2008, acara dalam rangka mempererat hubungan
silaturahmi untuk bertekad meneruskan perjuangan cita-cita bangsa
Indonesia sebagaimana yang diamanatkan oleh para pejuang kemerdekaan
terdahulu para pini sepuh serta para pelopor pendiri bangsa dan negara
Kesatuan Republik Indonesia, dihadiri oleh para pejabat lingkup
Pemerintah Daerah, unsur TNI/Polri dan para pini sepuh Kabupaten
Subang.
Dalam sambutannya Sesepuh Masyarakat Kabupaten Subang Sutedjo,
metikberatkan pada bidang pendidikan sumber daya manusia yang
merupakan tujuan yang yang sangat penting dalam upaya kemajuan suatu
daerah untuk mengisi pembangunan, "kunci pendidikan inilah yang dapat
meningkatkan kesejahteraan rakyat Subang, dimana sumber daya alam di
wilayah Kabupaten Subang yang amat besar belum dimanfaatkan secara
optimal", ungkap Sutedjo.
Sementara Wakil Bupati Subang Maman Yudia pada awal sambutannya
mengatakan bahwa pertemuan ini bukan semata-mata pertemuan antara
Pemerintah dan rakyatnya, melainkan pertemuan yang menuh makna
"pelepas rindu karena sulitnya kita bertemu yang disebabkan oleh
kesibukan kita masing-masing, disamping itu lanjut Maman merupakan
kesempatan untuk saling inprovisasi ketulusan hati, semoga sama-sama
bisa berjuang dan menyelesaikan berbagai persoalan yang merupakan
dinamika sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat", kata Maman.
Maman berpendapat membangun rakyat Kabupaten Subang, bukanlah sesuatu
hal yang sederhana, melainkan diperlukan kerjasama pemikiran disamping
dukungan dana yang memadai, oleh sebab itu menurut Wakil Bupati Subang
pihaknya meminta maaf apabila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan, belum bisa memuaskan semua pihak. "kesabaran, keteguhuan
hati dalam menyelesaikan masalah ini, diharapkan akan dapat terwujud
sebagaimana cita-cita rakyat Kabupaten Subang yaitu terciptanya
kemajuan dan kesejahteraan yang memiliki kesetaraan dengan
daerah-daerah lainyang lebih maju", ungkap Wakil Bupati.
Pada kahir sambutannya Wakil bupati menekankan bahwa banyak persoalan
yang harus kita selesaikan, partisipasi rakyat Kabupaten Subang sangat
diharapkan untuk mewujudkan Subang Maju, bukan oleh orang lain, tetapi
oleh orang Subang sendiri, demikian Wakil Bupati mekkahiri
sambutannya.
Usai memberikan sambutan Wakil Bupati Maman Yudia melakukan pemotongan
Keu Ulang Tahun HUT RI ke 63 yang diserahkan kepada salah seorang
veteran pejuang kemerdekaan dan pemotongan tumpeng yang diserahkan
kepada Ketua DPRD Subang Bambang Herdadi, SH., selanjutnya para
seluruh para hadirin berkenan menikmati hidangan yang telah disediakan
dengan diiringi pegelaran Seni Tari yang di bawakan oleh siswa-siswi
SMA Negri 2 Subang sebagai penutup akhir acara.


SMA NEGRI I SUBANG GELAR SENI TARI

Mengakhiri kegiatan Riung Mumpulung dalam rangka memperingati Ulang
Tahun RI ke 63 Tingkat Kabupaten Subang yang dilaksanakan di Aula
Pemerintah Kabupaten Subang, Sabtu 16 Agustus 2008, diisi dengan acara
Seni Tari yang digelar oleh SMA Negeri I Subang.
Sekolah Menengah Atas Negeri I Subang yang saat ini merupakan salah
satu sekolah yang ada di Kabupaten Subang yang mempunyai segudang
prestasi, baik di bidang akademik, seni maupun bidang olah raga. Dari
kelebihan prestasi yang menunjol tersebut itulah, maka Pemerintah
Daerah dengan leading sektor Bagian Sosial Setda Subang mempercayakan
kepada sekolah tersebut untuk tampil menggelar seni tari dalam acara
riung mumpulung tersebut.
Dengan kepiawaiannya membawakan tarian-tarian khas sunda tersebut,
banyak diantara para undangan yang saat itu sedang menikmati hidangan
merasa terhibur, bahkan sangat memakau dengan melihat gerak ilustrasi
tarian tersebut, walaupun hanya menggelar tiga tarian.
Menurut Kepala Bagian Sosial Drs. Aminudin sebagai Penangung Jawab
Pegelaran Seni Tari tersebut mengatakan bahwa dirinya sangat puas
dengan penampilan anak SMA Negri I tersebut, "kami hanya fasilitator
dalam melakukan pembinaan juah sebelum melakukan pegelaran, hanya
dengan persiapan kurang lebih selama dua minggu, ternyata mereka telah
mampu menunjukkan kemampuannya mengisi pegelaran acara riung mumpulung
ini dengan baik dan lancar, dan siswa-siswi yang berbakat itulah yang
menjadikan suasana menjadi hidup, sehingga banyak dari kalangan
menilai penampilan siswa-siswi tersebut sangat memukau dan fantastis",
kata Aminudin.


72 WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN MENDAPAT REMISI BEBAS

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 63 Lembaga Pemasyarakat Subang
memberikan remisi kepada 470 orang Remisi Umum Sebagian diantaranya 4
orang wanita, dan 77 orang mendapatkan Remisi Umum Seluruhnya atau
bebas. Dari 77 orang diantaranya 5 orang masih menjalani hukuman belum
membayar Subsider atau denda, sehingga yang dinyatakan bebas sebanyak
72 orang. Pemberian Remisi tersebut berdasarakan Surat Keputusan
Menteri Hukum dan HAM RI No. 4832.PS.01.04 Tahun 2008 pertanggal 17
Agustus 2008.
Menurut Kepala Lapas penghuni seluruhnya sebanyak 798 orang
diantarnya 9 orang wanita dan 17 orang anak-anak, dari 798 penghuni
lapas terdapat 138 orang tahanan, dan 660 orang narapidana, hal ini
dilaporkan Kepala Lapas Drs. Heri Yunianto Bc.Ip, mengawali kegiatan
upacara Pemberian Remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan di
Lapangan Upacara Lapas Subang Minggu 17 Agustus 2008.
Pemberian remisi kepada para warga binaan pemasyarakatan tersebut
dilakukan oleh PLH Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Subang Drs.
H. Rachmat Setiawan, mewakili Bupati Subang sebagai Pemimpin Upacara
tersebut, dan juga turut hadir Ketua DPRD Subang Bambang Herdadi, SH.,
Kapolres Subang AKBP. Sugiyono, SH, Damdim 0605 Subang yang mewakili,
Dan Lanud Suryadama Kalijati yang mewakili, Batalyon Infantri 312/KH
yang mewakil, Kepala Kantor Kesbang Dedi Supriadi, S.Sos, Kabag Hukum
Kustojo, SH, dan para undangan lainnya.
Dalam amanatnya PLH Sekretaris Daerah Drs. Rachmat Setiawan
membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI mengatakan bahwa rasa
syukur dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 63 merupakan milik
segenap lapisan masyarakat, khususnya para warga binaan pemasyarakatan
yang sedang menjalani pidana di Lapas dan Rutan, sebab pada hari yang
sama pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa menjalani
pidana (Remisi) bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi
dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan dari pemerintah,
serta telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12
Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Nomor 174
Tahun 199 tentang Remisi.
Menurut PLH Sekretaris Daerah pemberian remisi jangan dianggap
sebagai suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi para warga binaan
pemasyarakatan, untuk cepat bebas, akan tetapi agar dijadikan sarana
untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus memotivasi diri,
sehingga dapat mendorong kembali memilih jalan kebenaran kesadaran
untuk menerima dengan baik pembinaan yang dilakukan di Lapas maupun
Rutan akan berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan dimasa
mendatang, sehingga masyarakat akan memberikan apresiasi dan
kepercayaan untuk dapat berada kembali di tengah-tengah masyarakat,
ungkap Rachmat.
Selanjutnya pada akhir acara tersebut PLH Sekretaris Daerah,
didampingi oleh Kepala Lapas, beserta seluruh hadirin melakukan ucapan
selamat kepada para warga binaan pemasyarakatan yang mendapat remisi.


UPACARA HUT KE 63 RI

Upacara peringatan ke 63 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten
Subang, dilaksanakan Minggu 17 Agustus 2008 di Alun-alun Kabupaten
Subang. Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Maman Yudia,
S.Pd, sedangkan Komandan Upacara Kapten Yohanes Edi dari Lanud.
Suryadarma. Hadir pada acara tersebut antara lain sejumlah angota
DPRD, Komandan TNI dari berbagai satuan di Lingkungan Kabupaten
Subang, Muspida, para Asisten, para kepala SKPD, para Camat, veteran,
serta pimpinan organisasi dan sejumlah tokoh masyarakat. Upacara juga
diikuti ribuan peserta dari Korpri, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa,
organisasi masyarakat dan beberapa unsur peserta lainya. Tepat pukul
10.00 WIB sirine berbunyi selama sekitar 60 detik menandai
detik-detik peringatan proklamasi kemerdekaan republik Indonesia.
Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut secara bergiliran Dandim
0605 Letkol. CZI Drs. Surung Manurung membacakan teks pancasila,
Kapolres AKBP Drs. Sugiono, SH membacakan teks pembukaan Undang-undang
Dasar 1945 dan teks proklamasi dibacakan Ketua DPRD H. Bambang
Herdadi, SH.
Sebelumnya, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam formasi
tujuh belas, delapan dan empat lima di bawah koordinator pelatih
Lettu. Guruh dari Yonif 312 Kala Hitam tampak tegap dan sempurna
melakukan tugas pengibaran duplikat bendera Pusaka. Segenap peserta
upacara nampak hening mengikuti saat-saat pembukaan bendera merah
putih.
Wakil Bupati Maman Yudia, S.Pd dalam sambutannya mengungkapkan bahwa
proklamator Soekarno-Hatta selayaknya dijadikan sebagai sosok teladan
yang patut ditiru. Mereka, kata Wabup telah menunjukan bagaimana
memegang teguh komitmen dalam berpolitik maupun dalam pengelolaan
negara. Menyingung mengenai kondisi Kabupaten Subang dalam masa
kepemimpinannya yang memasuki usia tahun ke lima, Wabup menyadari
bahwa meskipun berbagai upaya telah dilakukan dalam membangun
Kabupaten Subang, tetapi masih jauh dari yang diharapkan. "Pemekaran
kecamatan, pembangunan sarana kesehatan, sarana pedidikan dan berbagai
pembangunan infra struktur lainnya terus menerus dilakukan, tetapi
disadari bahwa hal itu belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat" kata
Wabup. Untuk itu ia mengajak agar segenap komponen masyarakat bahu
membahu, bersatu padu dengan pemerintah untuk terus membangun
Kabupaten Subang. Persatuan dan kesatuan kata Wabup juga penting tetap
di jaga mengingat dalam beberapa bulan ke depan Kabupaten Subang akan
mengadakan Pemilihan Umum Bupati dan wakil Bupati Subang yang untuk
pertama kalinya akan langsung dipilih oleh masyarakat. Berkaitan
dengan hal tersebut Wabup meminta kepada lembaga penyelenggara pemilu
agar bekerja lebih keras agar proses Pemilu tersebut dapat berjalan
dengan tertib jujur dan adil.

--
Humas Kab. Subang
Jl. Dewi Sartika No. 2 Subang
Jawa Barat Telp. 0260 420718